Belajar Forex Banner

BELAJAR FOREX   |   CARA MENDAFTAR   |   INSTALL STREAMSTERTM   |   MULAI TRADING   |   DEPOSIT & WITDRAWL   |   ECURRENCY

Leverage Dan Margin Di Marketiva

Apa itu Leverage? Pertanyaan seperti ini akan muncul bila kita mulai belajar berinvestasi khususnya investasi di pasar berjangka (dalam hal ini kita bicara forex trading) . Leverage penting diketahui karena akan sangat menentukan buat Anda dalam melakukan transaksi.

Leverage bisa kita artikan sebagai “daya ungkit”. Dengan leverage ini memungkinkan kita untuk berinvestasi jauh lebih besar dari dana yang kita investasikan.

Pada umumnya leverage yang diberikan di trading forex yaitu 1:100 atau dalam arti hanya membutuhkan 1% margin (jaminan) saja. Sehingga jika anda ingin membeli Poundsterling terhadap Dollar (GBPUSD) sebanyak $100 maka anda cukup memberikan margin (jaminan) sebesar 1% nya saja dari $100 tersebut yaitu $1.

Fungsi leverage dari 1:100 tersebut seperti daya ungkit anda yang bisa menaikkan kekuatan transaksi anda sampai sekitar 100x lipatnya, jadi semisal dengan margin $200 maka anda bisa bertrading maksimal di jumlah $20,000 (dari $200 x 100)

Cara menghitung margin (jaminan) dengan leverage :

- leverage 1:100 maka berarti (1/100)x100% = 1%
- leverage 1:200 maka berarti (1/200)x100% = 0.5%
- leverage 1:500 maka berarti (1/500)x100% = 0.2%


Sebelum lebih jauh tentang leverage kita lihat dulu perbedaan antara forex tradisional dan forex trading modern.

Forex Tradisional
Perdagangan forex tradisonal tanpa leverage (daya ungkit). Keuntungan yang diharapkan dari selisih antara kurs jual dan kurs beli. Biasanya terjadi di Bank dan Money changer

Contoh; Jika pada suatu waktu harga $1 sama dengan Rp 7000. Lalu Anda bermaksud membeli mata uang Dollar sebanyak $100 maka Anda harus mengeluarkan uang sebanyak Rp. 700.000. Lalu seminggu kemudian nila $1 sama dengan Rp.10.000. Bila Anda menjual $100 milik Anda saat itu keuntungan yang Anda peroleh adalah dengan melihat selisih kurs jual dan beli yaitu 10000 – 7000 sama dengan 3000 Tinggal dikali dengan jumlah Dollar yang Anda beli (yaitu $100), maka total keuntungan Anda Rp.300.000


Forex Trading Modern
Perdagangan forex dengan leverage (daya ungkit) umumnya pialang /broker menerpakan leverage 1:100. Keuntungan yang diharapkan dari selisih harga jual dan harga beli. Biasanya terjadi pada perdagangan berjangka seperti forex trading.

Contoh; Kasus yang sama dengan forex tradisional, ditambah leverage (daya ungkit) 1:100. Jika pada suatu waktu harga $1 sama dengan Rp 7000. Kemudian Anda bermaksud berinvestasi mengeluarkan uang Rp. 700.000 untuk membeli Dollar. Karena menggunakan sistem leverage (daya ungkit). Dana Anda yang Rp 700.000 di ungkit setara menjadi Rp. 70.000.000 (leverage 1:100) otomatis dengan dana ini Anda mampu membeli Dollar sebanyak 10.000 USD (bukan $100 seperti forex tradisional). Bila kemudian harga Dollar naik menjadi 10000 per dollar maka. Tinggal hitung keuntungan dari selisih kurs jual dan beli 10000 – 7000 sama dengan Rp. 3000. Lalu hasilnya dikali dengan jumlah dollar yang Anda beli dengan sistem leverage 3000 x 10.000 = Rp 30.000.000,-

Meski tidak umum menggunakan Dollar dan Rupiah sebagi contoh, karena pasangan mata uang ini tidak diperdagangkan di pasar uang (forex trading), tetapi mudah-mudahan bisa mempermudah pemahaman Anda tentang perdagangan forex yang tidak menggunakan sistem leverage (forex tradional) dan perdagangan forex yang menggunakan sistem leverage (forex modern). Perdagangan forex modern menjanjikan hasil yang lebih besar, oeh karena itulah trading forex modern lebih banyak diminati oleh orang dibandingkan forex tradisional. Tetapi harus disadari bahwa sistem leverage ini seperti pedang bermata dua, karena satu hal yang perlu Anda ingat dalam investasi adalah “nilai keuntungan yang tinggi berbanding lurus dengan resiko kerugian yang tinggi juga”.


Nilai Kontrak Di Marketiva
Sistem Marketiva cukup unik dimana Marketiva tidak menggunakan sistem Quatation (lot) seperti pialang/broker forex pada umumnya yang biasanya menggunakan platform Metatrader. Sebagai gantinya Marketiva menggunakan sistem Quantity atau Kontrak. Dengan adanya sistem Quantity ini kita bisa menjadi lebih fleksibel dalam menentukan berapa modal yang ingin digunakan untuk trading.

Marketiva menerapkan leverage 1:100 (1%). Dengan kata lain Anda cukup menyediakan margin (jaminan) 1% dari nilai kontrak (quantity) yang Anda inginkan. Contohnya untuk melakukan transaksi dengan quantity 2000 anda cukup memiliki sekurang-kurangnya $20 pada desk trading Forex.

Anda dapat memasukkan nilai quantity dengan angka berapa saja: 1, 10, 50, 500, 1000, 10000, 100000 dan kuantitas berapapun yang anda inginkan. Yang penting Anda cukup memiliki 1% margin quantity yang Anda tentukan.

Margin = Quantity x %margin

Contoh;
Jika Anda akan melakukan transaksi dengan Quantity 20000 dan margin yang beraku dari broker 1%. Maka margin (jaminan) yang Anda harus miliki minimal adalah;

Margin = Quantity x %margin
Margin = 20000 x 1%
Margin = 20000 / 100
Margin = $200
Anda harus memiliki margin $200 dalam desk trading forex Anda


Margin Call
Margin call yaitu jumlah dana yang harus disetor kembali oleh investor disebabkan karena cash equity desk trading sudah berada di bawah jumlah margin minimal yang biasanya besarnya ditetapkan 75% - 80% dari margin awal.

Jika Anda mendapat margin call berarti Anda harus menambah dananya sampai ke level margin awal, kalau tidak dilakukan maka posisinya akan ditutup oleh perusahaan pialang.

Sekarang kita lihat bagaimana menghitung margin call. Misalkan modal awal anda adalah $1000 dan anda melakukan transaksi order Buy GBPUSD dengan Quantity 20000, Maka margin (jaminan) yang digunakan adalah 20000 x 1% = $200. Dan sisa modal balance anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin (jaminan) akan menjadi $1000 - $200 = $800



Dengan margin USD 200 maka nilai pergerakan per point (pip) nya menjadi $2 (dari USD 200 x 1%). dan dengan sisa modal yang sebesar $800 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss (kerugian) hingga $800/$2 = 400 point. Jadi bila loss anda mendekati minus 400 point, biasanya akan terkena margin call. Dan bila Anda tidak menambah dana untuk meningkatkan margin. Maka transaksi open posisi anda akan otomatis diclose oleh sistem untuk menghindari cash equity balance anda menjadi minus.

Perbandingan sistem Quantity dan Quotation (lot)
• 1 Mini Lot setara dengan 10000 Quantity atau setara dengan USD 100
• 1 Standard Lot setara dengan 100000 Quantity atau setara dengan USD 1000
• 1 Quantity setara dengan 1 sen, atau 0.01 USD
• 100 Quantity setara dengan 100 sen, atau 1 USD

Download versi ebook (pdf file) Download 222 KB


By Morning Star
Source : Berbagai sumber

Labels: , ,

Written at 9/17/2008 07:31:00 pm
Pivot Point

Pivot point merupakan suatu level yang digunakan para trader untuk memprediksi garis support dan garis resistance. Pivot point termasuk dalam analisa teknikal meskipun bukan suatu indikator tetapi penggunaanya dalam forex trading cukup populer terutama dalam menentukan arah pergerakan harga dan titik entry maupun exit.

Dengan menggunakan rumus perhitungan aritmetika sederhana dan data harga hari sebelumnya (High, Low, dan Close) Anda sudah bisa menentukan garis pivot point beserta garis support dan garis resistance. Seperti Anda ketahui setiap hari pergerakan harga di grafik harga yang lihat memiliki data-data High, Low, dan Close (H, L, C), data-data inilah yang Anda gunakan untuk menentukan pivot point.

Anda kan melihat market seringkali bereaksi terhadap garis pivot ini, dikarenakan banyak sekali trader yang menggunakn sistem ini untuk menentukan entry dan exit. Hal ini tentunya akan membuat Anda lebih mudah untuk memprediksi pergerakan harga disamping menggabungnya dengan indikator lain.

Dalam trading Anda tidak perlu repot-repot menghitung sendiri garis pivot ini, karena di internet ini sudah banyak software gratis untuk menghitung pivot dan teman-temannya (suport dan resistance). Salah satu software yang cukup bagus bisa Anda download di sini, klik aja ini. Dan untuk metatrader 4 klik di sini

Tetapi cara perhitungan ini perlu Anda ketahui juga agar ilmu yang Anda pelajari di sekolah dulu tidak hilang (pelajaran matimatian itu looh), dan bila Anda adalah seorang ahli berhitung matimatian, barangkali dengan mempelajari rumus-rumus pivot ini mungkin saja Anda akan menemukan rumus lain yang lebih canggih dari rumus pivot ini, misalnya rumus bagaimana caranya membuat nilai rupiah jadi lebih tinggi dari dollar; Rp 1 = USD 10.000
(Haduuh!!! kenapa tukang nge-blog ini rada ngawur gini yaa?? Salah minum obat kali..... ) maaf pembaca.. saya nyeruput kopi saya dulu biar normal kembali.

Sekarang kita lihat rumus untuk menghitung garis pivot ini beserta garis support dan garis resistance. PERHATIAN : Yang tidak terbiasa melihat rumus2 matematika dari bayi sebaiknya tutup mata dan langkahi bagian ini beberapa paragraph, kemudian langsung membuka browser baru untuk melihat gadis-gadis manis nan bahenol di browser lain.. hihihihi. (haduuuuh eling pak... ini kopinya diminum dulu yang bapak minum tadi kobokan. ....... seruput lagi aah)

Resistance 3 = High + 2 x (Pivot - Low)
Resistance 2 = Pivot + (R1 - S1)
Resistance 1 = 2 x Pivot - Low
Pivot Point = ( High + Close + Low )/3
Support 1 = 2 x Pivot - High
Support 2 = Pivot - (R1 - S1)
Support 3 = Low - 2 x (High - Pivot)

Aaah kecil kalo cuman hitungan begini sih.... gampang....! Pake kalkulator pivot aja ya.. enggak??? Hihihi soalnya kalao ngitung dulu baru trading barangkali sudah ketinggalan harga kali??

Jadi seperti Anda lihat hanya dengan data HLC hari kemarin, Anda sudah memiliki 7 buah garis, 1 garis pivot point (tengah), 3 buah garis resistance (atas) dan 3 buah garis support (bawah). tetapi yang paling penting Anda perhatikan di sini adalah tiga buah garis yaitu garis Pivot, garis resistance 1 dan garis support 1.

Bila sudah ditentukan garis pivot point dengan data HLC harga kemarin, dan pada hari ini harga pembukaan (open) berada di atas garis pivot maka bisa diperkirakan harga akan cenderung bergerak naik ke atas, sebaliknya bila harga pembukaan hari ini di bawah garis pivot maka harga diperkirakan cenderung akan bergerak turun.

Bila harga mendekati garis Support, kemungkinan harga akan revesal/berbalik kembali ke atas atau jika trend turun sangat kuat, maka harga akan menembus garis support dan trend turun akan semakin kuat.

Jika harga mendekati garis resistance maka harga akan reversal/berbalik kembali ke bawah, namun jika trend naik sangat kuat (biasanya pengaruh berita ekonomi) maka harga akan menembus garis resistance dan trend naik akan menjadi semakin kuat.

Jika garis support 1 atau resistance 1 tertembus maka pemain jangka pendek akan tertarik untuk masuk pasar. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap suply and demand yang terjadi sehingga berpotensi meneruskan pergerakan harga. Dan jika garis support 2 atau garis resistance 2 tertembus juga maka pemain jangka menengah dan panjang akan ikut untuk mengambil posisi jual atau beli.

Banyak sekali strategi yang bisa dikembangkan dengan menggunakan pivot point. Seperti misalnya menggabungkan garis-garis yang dibentuk dari pivot ini dengan melihat formasi reversal candlestick (doji, hanging man, shooting star, dll). Dengan melihat formasi sebuah doji atau hangin man yang merupakan sebuah signal reversal di dekat garis resistance, maka Anda harus berhati-hati karena potensi perubahan pergerakan harga sangat besat atau bila Anda bermaksud untuk entry posisi maka inilah saat yang baik untuk mengambil posisi sell.

Di bawah ini adalah contoh-contoh trading menggunakan garis pivot sebagi analisa pelengkap yang Anda bisa gunakan dengan teknik trading lainnya. Contoh teknik trading dengan pivot point ini saya ambil dari artikel di www.traderjuice.com oleh Mark McRae. Moga-moga bermanfaat;


Data ini diambil tanggal 12 Agustus 2004 (jaman baheula tapi tetap mantep buat contoh trading)
Anggaplah kita memiliki data EUR/USD pada hari sebelumnya
High - 1.2297
Low - 1.2213
Close - 1.2249


Maka data tadi bila dihitung akan menghasilkan nilai yang membentuk 7 buah garis;

Resistance 3 = 1.2377
Resistance 2 = 1.2337
Resistance 1 = 1.2293
Pivot Point = 1.2253
Support 1 = 1.2209
Support 2 = 1.2169
Support 3 = 1.2125

Sekarang lihat gambar grafik 5 menit EUR/USD


Garis bewarna hijau merupakan garis pivot, garis berwarna biru merupakan garis resistance (R1, R2, dan R3), dan garis berwarna merah merupakan garis support (S1, S2, dan S3).

Sekarang kitalihat bagaimana trading menggunakan garis ini;

1. Breakout Trade
Pada permulaan hari harga berada di bawah garis pivot, maka kita akan cenderung untuk melakukan trading dengan posisi sell atau short. Sebuah channel terbentuk dan kita menggungu terjadi break down pada garis channel. Untuk melakukan trading dengan teknikini tentu kita harus memesan harga di bawah garis channel (sell stop order), stop loss di setting di atas garis channel bagian atas, dan target point terletak pada garis S1. Yang jadi masalah pada trading saat ini adalah garis S1 sangat dekat dengan entry point, sehingga target profit sangat kecil yaitu sekitar 13 pips. Teknik ini cukup baik dan tentunya suatu saat teknik ini bisa diterapkan dengan target profit yang lebih besar.


2.Pullback Trade
Contoh trading dengan teknik ini; saat harga sudah turun melewati S1 dan berbalik lagi, maka entry point di setting atau di order beberapa pip di bawah garis Support yang merupakan garis yang terbentuk dari harga terendah sebelum harga mengalami pullback, Stop loss di setting beberapa pip di atas harga tertinggi saat pullback, dan target profit adalah S2. Pada gambar di bawah sayangnya kasus tidak mendukung trade dengan teknik ini karena antara entry dan S2 (target) terlalu dekat - jadi kalau kasusnya seperti ini jangan pake teknik pullback ini ya- . Selain itu harga entry order juga tidak tersentuh karena harga memperlihatkan kondisi sentimen pasar yang mulai berubah.





3. Breakout of Resistance
Sebagai kelanjutan trading di atas, setelah melihat perubahan pasar, harga bergerak menuju S1 dan membentuk channel (congestian area). Hal ini merupakan signal yang cukup baik. Teknik trading dengan breakout ini; entry order di setting beberapa pip di atas garis channel atas, dan stop loss di setting beberapa pip di bawah garis channel bawah. Untuk target, jika Anda trading dengan lebih dari satu lot, maka Anda bisa meng-close sebagian posisi, pada saat harga dekat dengan garis pivot. Dan untuk sisa lot, perkecil stop loss dan lihat reaksi pasar terhadap garis pivot, jika psar bereaksi positif menembus garis pivot maka target kedua Anda adalah garis R1.





4.Teknik Tingkat Lanjut
Seperti yang dikatakan oleh om Mark mcRae, banyak sekali teknik yang bisa digunakan dengan pivot point. Untuk trading tingkat lanjut adalah dengan memakai metode 2 garis MA (moving average) yang bersilangan sebagi filter atau konfirmasi validnya tidaknya breakout. Anda bahkan dapat menggunakan indikator lain untuk lebih memastikan kondisi pasar . Tetpai harus diingat signal yang diikuti adalah breakout levelnya sedangkan indikator hanya sebagai konfirmasi






By Morning Star

Labels: ,

Written at 3/18/2008 06:12:00 pm
Apa Itu Support Dan Apa Itu Resistance?

Dalam bisnis forex trading sangat peting sekali untuk mengenal dan memahami dengan apa yang disebut garis "Support" dan garis "Resistance". Yang jelas ini bukan nama makanan lho...

Bagi yang belum tahu silahkan baca terus mudah-mudahan bisa membantu Anda, Dan bila sudah merasa terbantu jangan lupa doakan Saya biar profit terus :)

Pada prinsipnya garis support merupakan sebuah level atau titik dimana harga tidak akan bergerak turun lagi (tertahan pada batas bawah) sedangkan garis resistance merupakan sebuah level atau titik dimana harga tidak akan bergerak naik lagi (tertahan pada batas atas)

Jadi garis support dan resistance ini bisa digunakan untuk memprediksikan batas pergerakan harga dan juga bisa digunakan untuk memprediksikan arah pergerakan harga berikutnya.

Sudah ngerti apa belum maksudnya, teman-temanku tercinta???..... Kalau belum, Saya persilahkan lihat gambar dibawah ini aja deh biar lebih gampang. Coba lihat contoh garis "Support" dan "Resistance"

Garis support digambar dengan menarik garis dari minimal 2 titik terendah dari harga pada periode waktu tertentu.



Garis resistance digambar dengan menarik garis dari minimal 2 titik tertinggi dari harga pada periode waktu tertentu


Formasi lain dari garis support dan resistance saat trend harga turun membentuk channel


Secara psikologis (ceiilee...) garis support dan garis resistance ini juga menggambarkan apa yang sedang terjadi di pasar (pasar forex maksudnya, bukan pasar senen apalagi pasar rumput hehehe...) yang berhubungan dengan hukum penawaran dan permintaan (supply and demand).

Saat harga mendekat garis support, pasar akan bereaksi secara psikologis menganggap harga sudah terlalu rendah (over sold). Dan karena harga rendah maka akan timbul minat untuk membeli (ditambah aksi profit taking dari posisi sell). Disebabkan minat beli (buy) lebih banyak dari pada jual (sell) maka harga akan beranjak naik menjauh lagi dari garis support.

Sedangkan saat harga mendekat garis resistance, pasar akan bereaksi secara psikologis menganggap harga sudah terlalu tinggi (over bought). Dan karena harga tinggi maka akan timbul minat untuk menjual (ditambah aksi profit taking dari posisi buy). Disebabkan minat jual (sell) lebih banyak dari pada beli (buy) maka harga akan beranjak turun menjauh lagi dari garis resistance.

Kondisi pasar seperti ini tentu saja bukan sesuatu hal yang selalu "pasti" terjadi, adakalanya garis-garis ini tertembus dan harga bergerak terus ke atas menembus garis resistance atau bergerak ke bawah menembus garis support. Bila hal ini terjadi penentuan garis support dan resistance akan berubah, contoh misalnya garis support tertembus ke bawah dan harga turun terus sampai mencapai level tertentu, maka dalam hal ini garis support tadi berubah fungsinya menjadi garis resistance untuk pergerakan harga berikutnya.


Area antara garis support dan resistance ini sering disebut dengan support/resistance area. Pergerakan harga dapat saja menembus area ini disebabkan salah satu dari dua faktor yaitu; jumlah percobaan untuk menembus garis support lebih banyak dari pada jumlah percobaan dimana harga berusaha menembus garis resistance (begitu pula sebaliknya), faktor yang kedua berhubungan dengan penjelasan diatas mengenai suply and demand dimana jumlah penjual (seller) lebih banyak dari jumlah pembeli (buyer) sehingga terjadi penembusan garis support (downside breakout) dan begitupula sebaliknya jumlah pembelinya lebih banyak dari jumlah penjual sehingga terjadi penembusan garis resistance (upside breakout).

Sehingga bila kita melihat harga berulangkali berusaha menjebol garis resistance lebih banyak dari pada garis support, maka bisa diartikan kemungkinan jumlah transaksi pembelian terjadi pada level ini cukup besar dan pergerakan harga kemungkinan besar akan menembus garis resistance, dan begitu pula sebaliknya untuk garis support.

Sekian dulu tentang support dan resistance Saya yakin Anda sudah paham paling tidak secuil dua cuil pasti nyangkut di hati sanubari (emangnya lagu cinta apa?). Kalau tidak paham juga?... Suatu saat Anda pasti akan paham.......

by Morning Star

Labels:

Written at 2/25/2008 06:59:00 pm
Pengetahuan Dasar Forex Trading

1. Forex Trading bergerak terus selama 24 jam setiap hari kerja (Senin sampai Jumat) berputar mulai dari pasar New Zealand & Australia yang berlangsung pukul 04.00 – 14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang & Singapura yang berlangsung pukul 07.00 – 16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris yang berlangsung pukul 14.00 – 22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 19.30 – 04.00 WIB

2. Perdagangan di sessi Asia biasanya harga tidak terlalu memperlihatkan pergerakan (flat). Harga biasanya mulai bergerak saat memasuki sessi Eropa (14.00 WIB) dan puncak pergerakan biasanya terjadi pada saat sessi Amerika dibuka jam 19.30.

3. Berita ekonomi saat sessi Amerika dibuka (US open) biasanya sangat ditunggu pelaku pasar / trader. Karena pergerakan harga bisa sampai 100 – 200 point. Selalu mengikuti berita ekonomi dan analisanya terhadap pasar uang dunia di web site seperti http://www.forexnews.com/ atau http://www.bloomberg.com/ Anda tinggal pilih!

4. Berita ekonomi (economic indicator) yang penting dan banyak mempengaruhi pergerakan harga, seperti berita tentang Non Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), Trade Balance, CPI, kenaikan suku bunga dll

Download indikator ekonomi disini DOWNLOAD
Untuk melihat jadwal berita (calendar) ekonomi yang akan dikeluarkan lihat
http://forexfactory.com/ dan http://dailyfx.com/

5. Mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah pasangan mata uang seperti GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, USD/JPY. Mata uang ini dipilih karena pergerakannya sangat fluktuatif.

6. Bila GBP/USD dan EUR/USD sedang dalam kondisi “down trend” maka biasanya USD/CHF dan USD/JPY dalam kondisi “Up Trend”. Tapi bila suatu saat harga ini bergerak tidak berlawan seperti yang disebutkan di atas, Anda wajib hati-hati untuk memasang posisi (entry) pada hari itu.

7. Mata Uang
GBP (Great Britain Poundsterling) mata uang negara Inggris , EUR (Euro) mata uang negara-negara Eropa, USD (United States Dollar) mata uang Negara Amerika Serikat, CHF(Swiss Franc) mata uang negara Swiss, JPY (Japanese Yen) mata uang negara Jepang.

Bila GBP/USD =- 1.8541 berarti 1 GBP = 1.8541 USD
Bila EUR/USD = 1.2778 berarti 1 EUR = 1.2778 USD
Bila USD/CHF = 1.2250 berarti 1 USD = 1.2250 CHF
Bila USD/JPY = 114.50 berarti 1 USD = 114.50 JPY
Atau contoh mudah :
Bila USD/IDR = 9800 berarti 1 USD (Dollar) sama dengan 9800 IDR (Rupiah)


Penguatan dan Pelemahan mata uang
Kadang masih banyak orang yang terbalik membacanya, mana mata uang yang menguat dan mana mata uang yan melemah. Bila GBP/USD bergerak dari harga 1.8540 ke 1.8590 (naik). Maka ini berarti GBPUSD mengalami kenaikan 50 poin. Terhadap masing2 mata uang; GBP mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang USD mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Dollar (USD) yang dibutuhkan untuk membeli GBP semakin besar yaitu dari 1.8540 menjadi 1.8590 per 1 Poundsterling (GBP). Pendek kata nilai, nilai Pound makin mahal terhadap Dollar.

Contoh mudah lagi mis; Dollar terhadap Rupiah USD/IDR
Bila USD/IDR bergerak dari harga 9500 ke 9900 (naik)
Artinya harga bergerak 400 point (Wow…!!). Terhadap masing2 mata uang; USD mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang IDR mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Rupiah (IDR) yang dibutuhkan untuk membeli Dollar (USD) semakin besar yaitu dari 9500 menjadi 9900 per 1 Dollar (USD). Pendek kata nilai, nilai Dollar makin mahal terhadap Rupiah.

8. Seperti yang Anda sudah ketahui bahwa dalam perdagangan Forex dikenal istilah "Two Ways Opportunities ?" Yaitu transaksi di FOREX dapat dilakukan dengan cara 2 arah dalam mengambil keuntungannya. Bila trend harga sedang naik maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi BUY (offer). Sedang bila trend harga sedang turun maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi SELL (bid). Contohnya :

Posisi BUY (offer)
Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend naik (up trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “BUY’ dengan quantity 1000 ($10) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8550 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak naik terus sampai 1.8640. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis resistan yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8640. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 90 poin ( 1.8640 – 1.8550 = 90 point )

Keuntungan yang kita peroleh
Dengan Quantiy 1000 ($10) adalah 10x90/100(leverage) = $9 (profit)

Posisi SELL (bid)
Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend turun (down trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “SELL’ dengan quantity 10000 ($100) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8860 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak turun terus sampai 1.8780. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis suppot yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8780. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 80 poin ( 1.8860 – 1.8780 = 80 point )

Keuntungan yang kita peroleh
Dengan Quantiy 10000 ($100) adalah 100x80/100(leverage) = $80 (profit)

*Perhitungan profit ini berbeda antara direct currency (GBP/USD, EUR/USD) dengan indirect currency (USD/CHF,USD/JPY). Akan dibahas lain waktu.

9. Analisa teknikal dan analisa fundamental sangat penting untuk dipelajari guna menganalisa pergerakan harga. Analisa Teknikal adalah analisa pergerakan harga dengan melihat grafik pergerakan harga sebelumnya ( 5 menit, 30 menit , 1 jam, atau 1 hari yang lalu) biasanya dilengkapi dengan indicator-indikator untuk melihat tren harga dan untuk memutuskan kapan harus masuk pasar (Entry) dan kapan harus keluar dari pasar (Exit). Sedangkan Analisa Fundamental adalah analisa yang didasarkan melihat perkembangan ekonomi suatu Negara. Misalnya kenaikan suku bunga bank, inflasi, NFP dll

10. Jangan menggunakan time frame yang kecil untuk menentukan trend harga seperti 1 minute (1M), 5 minute (5M). Karena terlalu banyak “gelombang” yang bisa menelan
Gunakan time frame 1 jam (1H) untuk menentukan trend dan time frame 5 minute (5M) untuk melihat pergerakn harga. Atau gunakan time frame 1hari (1D) untuk melihat trend dan gunakan 1 jam(1H) untuk melihat pergerakan harga.

Contoh : Trend daily (harian) sedang naik, usahakan pada hari itu jangan memasang posisi yang berlawan dengan trend harian. Lihatlah pergerakan harga pada time frame 1H (1jam), bila harga sedang turun tunggulah harga sampai dasar dan memantul kembali naik (bounce). Intinya “buy at bottom and sell at top” beli saat harga berada di dasar dan jual pada saat harga berada di puncak.

11. Pilih strategi yang sesuai dengan Anda. Uji dahulu (back test) dengan demo account selama sebulan. Lihat hasilnya apakah memberikan probability keuntungan yang tinggi atau malah probability kerugiannya sangat besar. Kunci keberhasilan dalam trading adalah sabar dan disiplin dengan strategi yang sudah Anda yakini, hindari nafsu serakah dan rasa takut serta hindari rasa terburu nafsu untuk segera membalas kekalahan.

12. Dalam trading gunakan paling banyak 10% saja dari equity yang Anda miliki.Misal uang di account marketiva Anda 100 USD. Gunakan paling banyak 10 USD untuk trading. Selalu pasang sotp loss 5% dari equity untuk membatasi kerugian. Dan ketahui kapan harus masuk pasar dan kapan harus keluar dari pasar.

13. Terus belajar dan tambahlah pengetahuan anda dalam forex trading Pelajari strategi dari forum2 dan trader lain pelajari money management, pelajari trading psychology dsb dll meski Anda selalu berhasil dalam trading Anda

14. Ikuti forum-forum forex serta mailing list yang banyak di internet. Tidak perlu membayar dalam mengikuti forum forum ini. Gratis ! dan yang jelas pengetahuan Anda akan semakin bertambah dengan banyak berdiskusi dan membaca artikel2 mereka.

Untuk mencari forum forex di internet atau informasi lain tentang forex Anda tinggal memasukan kata-kata “forum forex” , “forex trader groups”, “forex trading” atau “fundamental analysis” ke dalam search engine untuk mencarinya. Ribuan jumlah informasi yang tersedia tentang forex. Tinggal Anda yang memilih dan tinggal kemauan Anda untuk maju dan belajar.

Labels:

Written at 2/04/2008 10:22:00 pm