Belajar Forex Banner

BELAJAR FOREX   |   CARA MENDAFTAR   |   INSTALL STREAMSTERTM   |   MULAI TRADING   |   DEPOSIT & WITDRAWL   |   ECURRENCY

Weighted Moving Average (WMA)

Pertanyaan pertama yang timbul di benak kita adalah apakah perbedaan SMA dengan WMA? Tentu saja ada perbedaannya. Cukup berbeda sehingga diklasifikasikan menjadi dua bagian. Tidak cukup banyak berbeda sehingga nama mereka mirip karena menggunakan metodologi yang sama, hanya caranya yang berbeda.

Bayangkan begini: Manakah harga yang memiliki bobot penekanan yang lebih besar dalam memprediksi harga didepan, harga satu jam terakhir yang kita miliki atau harga dua bulan lalu yang kita miliki? Tentu saja yang satu jam terakhir. Paling tidak pergerakan harga tidak satu jam terakhir akan lebih representatif dalam memprediksi harga didepan apabila dibandingkan dengan harga dua bulan yang lalu.

Atau jika kita aplikasikan dengan kehidupan sehari-hari, ambillah kita akan membeli sebuah telepon genggam. Tentu saja kita akan mencari tahu harga telepon genggam tersebut dalam rentang waktu terakhir. Nah, mungkin kita akan lebih memperhatikan harga satu hari yang lalu dibandingkan harga dua minggu yang lalu karena menurut hemat kita pastilah pergerakan harga tidak akan berbeda jauh dengan harga satu hari lalu.

Bobot penilaian inilah yang diatur oleh WMA. Pada SMA, bobot setiap harga baik dua minggu lalu atau pun dua hari yang lalu memiliki bobot penilaian yang sama. Pada WMA data terakhir memiliki bobot yang lebih besar nilainya dibandingkan harga-harga sebelumnya.
Pembobotan nilai pada WMA akan tergantung pada panjang periode yang kita tetapkan. Semakin panjang periode yang ditetapkan, maka semakin besar pula pembobotan yang diberikan pada data terbaru. Perhatikan tabel sederhana dibawah:


NoDataBobot WMA
untuk 2 periode
Bobot WMA
untuk 5 periode
Bobot WMA
untuk 7 periode
120



225



328


1
423


2
524

13
622
24
721

35
820
146
919257

Dari sini terlihat pada WMA dengan 2 periode, maka dua data terakhirlah yanga akan dihitung. Semakin besar periode maka data terakhir akan semakin besar bobot penilaiannya.

Dalam bentuk matematis, WMA dirumuskan sebagai berikut:



Sebagai contoh, mari kita hitung WMA untuk 8 periode:

NoData
Bobot
Data x Bobot
WMA untuk 8 periode
125
1
25

226
2
52

323
3
69

427
4
108

5295
145

623
6
138

721
7
147

820
8
160
= 844/36 = 23,44


36
844


Nah, tidak sulit bukan. Ini hanyalah untuk menjawab pertanyaan Anda dari mana sebenarnya perhitungan WMA itu diperoleh. Pada kenyataannya kita tidak perlu lagi melakukan perhitungan manual seperti ini dan mengeplotnya satu per satu pada kertas bergaris. Cukup dengan menggunakan software Streamster pada kita langsung dapat mengetahui nilai WMA untuk setiap harga mata uang.

Aplikasi WMA
Secara keseluruhan, peraturan pada WMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja. Berikut ringkasannya:

NoPosisi WMA Arti
1WMA berada dibawah harga.Kondisi bullish / trend naik.
2WMA berada diatas harga.Kondisi bearish / trend menurun.
3WMA memotong harga dari bawah.Perubahan trend menuu bearish.
4WMA memotong harga dari atas.Perubahan trend menuju bullish.
5WMA periode lebih pendek memotong
WMA periode lebih panjang dari bawah.
Perubahan trend menuju bearish.
6WMA periode lebih pendek memotong
WMA periode lebih panjang dari atas.
Perubahan trend menuju bullish.
7WMA dengan periode lebih panjang berada
diatas WMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bearish / trend menurun.
8WMA dengan periode lebih panjang berada
dibawah WMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bullish / trend naik.

Nah, gambar dibawah ini adalah aplikasi dalam memprediksi trend yang akan terjadi dengan menggunakan WMA. Cara penggunaannya sama persis dengan penggunaan pada SMA.


Terlihat WMA lebih responsif dalam memprediksi perubahan trend pada USD/GBP. Setiap titik peralihan trend tepat berada pada candlestick terakhir trend yang sedang berlangsung. Perhatikan juga pada gambar di atas akan terjadi kembali perubahan trend dari bullish menuju bearish. Dalam hal ini pemilihan periode yang tepat juga berpengaruh pada presisi penentuan trend.

Labels:

Written at 2/05/2008 06:39:00 pm